Monday, 26 December 2016

Dia dan Secangkir Kopi



Dia yang berada dalam kesejukan pagi, kelembuatan senja dan dia yang selalu ada dalam keheningan. Aku tak mengenalnya namun dia pembentuk kerinduan, penghuni lamunan dan dia yang setia dalam setiap pejaman mata. Bersama harumnya secangkir kopi malam ini, ku bisa menciptakan khayalanku semakin dalam untuk dia _ Heri.satriawan

Saturday, 1 October 2016

49 days
(Ketika leukimia bersamamu)

Part 12
BIARKAN AKU SELALU BERSAMAMU

Entah apa yang sebenarnya terjadi hari ini, rasa bahagia yang penuh keceriaan tiba-tiba harus berubah menjadi sebuah kesedihan. Masih ku bertanya kepada diriku sendiri, apakah aku belum dewasa dalam menyikapi setiap masalah ataukah diriku yang masih terlalu bodoh memahami keadaan yang terjadi. Tanda tanya besar itu sampai saat ini belum ku temukan jawabannya darimu. Keputusan yang kau ambil terlalu dini untuk sebuah hubungan yang serius, aku tak mengerti salahku hari ini yang membuatmu memutuskan untuk sendiri sementara waktu. Namun aku coba untuk menjadi laki-laki dewasa. Mencoba untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi, disaat engkaumengatakan ingin sendiri, aku yakin kamu sedang gunda bukan semata-mata kata hatimu, karena aku tahu cinta dan rindu itu masih kita miliki dalam sebuah komitmen kita. Sebuah perjalanan panjang serta pengorbanan yang tulus bukanlah hal gampang untuk dilupakan begitu saja. Janji yang telah kita ucapkan dalam setiap do’a dan sujud kita kepada-Nya adalah sebuah komitmen yang selalu kita pertahan selama ini. Karena dirimu adalah bagian dari harapan dan niatku di masa depan.

Hari ini, pertama kalinya hatiku merasa sangat sedih. Ketika kehadiranku dan perhatianku tak lagi mampu membuat gundamu reda, membuat gelisahmu hilang dan mampu lagi membuat tangismu menjadi sebuah senyum yang indah seperti dulu. Tapi aku percaya dari lubuk hati yang paling dalam dirimu masih menyayangiku dan menjadikanku tujuan dari hidupku. Aku masih ingat, bahwa dirimu bertahan hidup untukku dan pernikahan kita. Disaat ku renungi segala hal yang telah kita lewati, aku tak ingin semuanya berlalu begitu saja. Kesetiaan janjiku untuk pertahankan cinta dan mimpi kita selalu ku jaga hingga nanti. Karena aku ingin bersama gundamu, bersama sedihmu, bersama tangismu. Seandainya kamu tahu, setiap hari ku selalu memikirkanmu, meskipun ku telah coba melelahkan diriku dengan segala aktifitasku, namun dirimu selalu ada dipikiranku dan akan selalu ada sampai nanti.

Sebentar lagi aku akan ke bandung lagi menemuimu, untuk mempertanyakan lagi cintamu, bukan untuk siapa, bukan untuk mereka tapi untukku, karena aku ingin hidup bersamamu, bersama kekurangan dan kelebihanmu, bersama sedih dan bahagiamu, bersama sehat dan sakitmu. Bertahanlah sebentar saja untukku, sampai waktu aku menjemputmu dengan impian. Aku tidak meminta apa-apa darimu, tolong sisipkan ruang dihatimu untukku, mungkin tidak banyak, seperti yang ku punya, tapi itu cukup untukku bertedu di hatimu. Aku datang dengan sebuah harapan, mungkin kau bertanya, buat apa aku masih mempertahankan rinduku kepadamu. Aku akan menjawabnya, karena aku percaya bahwa dirimu adalah takdirku yang bukan hanya kebetulan, melainkan rencana tuhan yang paling indah dalam hidupku. Mungkin kau bertanya lagi, sejak kapan aku menulis buku ini. Sejak aku berkomitmen untuk hidup bersamamu, meskipun leukimia itu terus menemanimu. Aku akan selalu menyayangimu sampai tugasku di dunia ini selesai.


Tamat... 
49 days
(Ketika leukimia bersamamu)

Part 11
TUHAN MENYAYANGIMU LEBIH DARI AKU

Malam telah berlalu dengan cepat, namun bayanganmu dipikiran selalu terjaga dan selalu ada. Entah sampai kapan akan menghiasi setiap lamunan dan imajinasiku. Dalam setiap detik nafas yang ku punya saat ini, selalu berusaha menjadikanmu topik dalan setiap do’aku kepada sang pencipta. Aku selalu percaya bahwa Tuhan menyayangimu lebih dari aku. Aku tak bisa berbuat apa-apa saat ini untuk wahai cinta yang tak pernah pudar. Tapi aku akan selalu berjalan bersamamu, dalam setiap kesulitan dan rasa sakit yang sungguh menyakitkan. Niat, keinginan dan harapan kini menjadi satu dalam do’a yang begitu tulus, mengharapkan keindahan dari setiap ujian yang kita lewati, kamu gak pernah sendiri karena aku tak pernah meninggalkanmu meskipun aku hanya janji yang belum terwujud.

Ketika hatimu merasa kesepian, berdoalah kepada Tuhan dan yakinlah Tuhan akan menyatuhkan kita dalam niat dan tujuan kita. Bertahanlah untuk terus memperjuangkan harapan ini, karena aku tak bisa sendiri, aku butuh kamu. Terkadang tidak selamanya yang kita lalui berjalan seperti air, namun didepan banyak sekali tantangan dan ujian, maka berjalanlah bersamaku, menunutunku dan menemaniku. Karena ketulusan cinta tak kan pernah memberi sakit.

Wahai hati yang menantiku, aku datang menjemputmu untuk menjadikanmu tujuan dari hidupku, pembimbing iman dan penyempurna ibadahku. Mungkin kau berpikir kapan waktu itu akan tiba, bersabarlah, aku pasti datang bersama cinta kita kepada-Nya. Aku selalu berusaha dan berdo’a agar semua yang niatkan berjalan dengan baik. Jangan pernah menyerah dengan apa yang kamu rasakan saat ini. Karena Tuhan selalu melihatmu dan mengetahui bahwa kau sanggup melewatinya, kedatanganku dan mengenalmu bukanlah hal yang kebetulanmelainkan Tuhan ingin melihat seberapa besar dan tulus rasa cintaku kepadamu, sekalipun sakit itu terus bersamamu, aku akan selalu menyayangimu sampai nanti. Aku akan selalu membuatmu bahagia hidup bersamaku. Tak banyak yang bisa ku janjikan untuk hidupmu, tapi satu hal harus kau tahu bahwa Tuhan menyayangimu lebih dari cinta manusia, dan ketika cinta itu ku serahkan kepada-Nya, maka Tuhan akan memberikan cinta itu sebagai cinta kita kepada-Nya. Lebih suci dari apapun yang pernah kau temui sebelumnya. Aku mencitaimu karena-Nya. Hanya itu.

[Continue..

Sunday, 25 September 2016

49 days
(Ketika leukimia bersamamu)

Part 10
SURAT KECIL UNTUK TUHAN

Waktuku terus berlalu, telah kujelaskan semua permintaanku kepadamu ya Rabb. Telah kuceritakan semua inginku kepada-MU, lewat dhuhaku, tahajjudku dan ikhtiharaku. Tak menginginkan banyak hal untuknya ya Rabb, jagalah dia disaat dia jauh dariku Ya Rabb. Kuatkan hatinya disaat dia lelah dan menyerah. Tabahkanlah jiwanya ketika keputusasaan menghampirinya Ya Rabb. Dan jika nanti aku bertemu dengannya, jadikan dia penyejuk pandanganku, pengingat imanku, mencintainya karena ridha-Mu. Aku tahu, saat ini aku bukanlah keindahan yang terbaik untuknya. Tapi aku percaya, pada waktunya nanti engkau akan memberinya sebuah cinta yang utuh untukku. Harapan dan keinginan bersamanya adalah niat yang selalu ku panjatkan kepada-Mu ya Rabb. Bagaimanapun keadaannya, aku akan menerima semua yang terbaik untuknya hari ini, besok dan untuk selamanya. Setiakan hati ini untuk selalu merindukan dan menyayanginya seperti pertama kali Engkau menitipkan cinta ini untuk menjaganya.

Ya Tuhan, ya Rabbku. Ketika hati ini gunda dan penuh kebingungan. Yakinkan hati ini tentang sebuah janji dan penantian. Bahwasanya dialah hawa yang Engkau ridhai untukku dan keturunanku. Banyak sekali surat yang ingin ku sampaikan kepadamu ya Rabb, tapi untuk saat ini, aku hanya meminta untuk sebuah kehidupan dan kesempatan untuk seseorang yang selalu kurindukan. Berilah dia hidup lebih lama lagi ya Rabb, dan berilah dia kesempatan untuk bersamaku dalam kesucian-Mu, Ridha-Mu dan Takdir-Mu. Aku yakin Engkau maha mendengar dan penyayang.

Ya Rabb, saat kami bersama. Jagalah kami dalam penjagaanmu. Berilah kebaikan untuknya setiap waktu. Meskipun aku tak bersamanya Ya Rabb. Satukan hati itu dalam waktu yang terbaik bagi-Mu. Berilah kami cinta yaitu cinta kepada-Mu, berikan kami rindu yaitu rindu kepada-Mu. Karena hanya mengingat-Mu itulah cara kami mempertahankan cinta yang Engkau titipkan untukku dan untuknya.

[Continue...
49 days
(Ketika leukimia bersamamu)

Part 9
AKU AKAN TETAP MENYAYANGIMU

Hari ini aku sangat merindukanmu, aku tak peduli apapun yang aku kerjakan, bahkan ku coba lelahkan diriku dengan berbagai aktifitas, namun aku tetap saja memikirkanmu. Mungkin kau bertanya kenapa aku seperti ini, karena aku selalu menyayangimu dengan apa adanya dirimu. Aku tidak meminta apa-apa darimu, tolong ijinin aku agar selalu berada didalam hatimu. Ijinin aku agar aku selalu bawel sama kamu. Mungkin itu tidak begitu penting bagimu, mungkin saja suatu saat kau akan ingat masa-masa ini, saat aku bawel banget sama kamu, saat perhatian aku tiap menit menggangumu aktifitasmu. Janganlah engkau bosan dengan hal itu. Karena aku tak tahu bagaimana cara ku redam rinduku kepadamu. Disaat sakit itu menyerangmu, dan aku tidak bisa menghubungimu lewat media apapun. Hatiku begitu kacau, panik, dan tak tahu harus berbuat apa. Maafkan aku jika sampai saat ini aku masih merindukanmu.

Bagaimana keadaanmu hari ini, aku selalu berharap kau baik-baik saja disana, meskipun ku tahu bagaimana kondisi sebenarnya tentang dirimu. Namun ku coba jernihkan pikiranku yang kacau ini, berpikiran positif dan selalu percaya sama Tuhan. Ketika Tuhan memberikan sakit itu kepadamu, itu artinya Tuhan sayang sama kamu. Aku ingin disampingmu menjaga tidur malammu dirumah sakit, tapi waktu belum bisa kurayu untuk mengajakku kesana. Bertahanlah, aku yakin kamu bisa melewatinya, ingat janjimu kepadaku untuk selalu menemaniku, untuk selalu bersamaku meskipun dalam keadaan kamu sakit. Tak pernah sedikitpun ada dipikiranku untuk pergi meninggalkanmu. Bagiku, setia itu menyenangkan, akan selalu ku jaga cinta dan kepercayaanmu hingga nanti.

Memiliki pacar leukimia, adalah hal yang sangat aku syukuri. Aku belajar banyak hal darimu, tentang bagaimana menjaga kesetiaan, tentang bagaimana menjaga komitmen, dan darimu aku menemukan cinta yang sebenarnya. Aku akan bersamamu dan juga leukimiamu. Sampai Tuhan akan memberikan keajaiban untuk kita nanti. Percayalah, segala hal bisa terjadi didunia ini, bahkan hal yang tidak mungkin sekalipun. Karena Tuhan yang berkehendak. Dan tentang perasaanku saat ini. Aku masih tetap menyayangimu seperti dulu.

[Continue....