Dia yang berada dalam kesejukan pagi, kelembuatan senja dan dia yang selalu ada dalam keheningan. Aku tak mengenalnya namun dia pembentuk kerinduan, penghuni lamunan dan dia yang setia dalam setiap pejaman mata. Bersama harumnya secangkir kopi malam ini, ku bisa menciptakan khayalanku semakin dalam untuk dia _ Heri.satriawan
Monday, 26 December 2016
Dia dan Secangkir Kopi
Dia yang berada dalam kesejukan pagi, kelembuatan senja dan dia yang selalu ada dalam keheningan. Aku tak mengenalnya namun dia pembentuk kerinduan, penghuni lamunan dan dia yang setia dalam setiap pejaman mata. Bersama harumnya secangkir kopi malam ini, ku bisa menciptakan khayalanku semakin dalam untuk dia _ Heri.satriawan
Saturday, 1 October 2016
49 days
(Ketika
leukimia bersamamu)
Part 12
BIARKAN AKU SELALU BERSAMAMU
Entah
apa yang sebenarnya terjadi hari ini, rasa bahagia yang penuh keceriaan
tiba-tiba harus berubah menjadi sebuah kesedihan. Masih ku bertanya kepada
diriku sendiri, apakah aku belum dewasa dalam menyikapi setiap masalah ataukah
diriku yang masih terlalu bodoh memahami keadaan yang terjadi. Tanda tanya
besar itu sampai saat ini belum ku temukan jawabannya darimu. Keputusan yang
kau ambil terlalu dini untuk sebuah hubungan yang serius, aku tak mengerti
salahku hari ini yang membuatmu memutuskan untuk sendiri sementara waktu. Namun
aku coba untuk menjadi laki-laki dewasa. Mencoba untuk menyelesaikan
permasalahan yang terjadi, disaat engkaumengatakan ingin sendiri, aku yakin
kamu sedang gunda bukan semata-mata kata hatimu, karena aku tahu cinta dan
rindu itu masih kita miliki dalam sebuah komitmen kita. Sebuah perjalanan
panjang serta pengorbanan yang tulus bukanlah hal gampang untuk dilupakan
begitu saja. Janji yang telah kita ucapkan dalam setiap do’a dan sujud kita
kepada-Nya adalah sebuah komitmen yang selalu kita pertahan selama ini. Karena
dirimu adalah bagian dari harapan dan niatku di masa depan.
Hari
ini, pertama kalinya hatiku merasa sangat sedih. Ketika kehadiranku dan
perhatianku tak lagi mampu membuat gundamu reda, membuat gelisahmu hilang dan
mampu lagi membuat tangismu menjadi sebuah senyum yang indah seperti dulu. Tapi
aku percaya dari lubuk hati yang paling dalam dirimu masih menyayangiku dan
menjadikanku tujuan dari hidupku. Aku masih ingat, bahwa dirimu bertahan hidup
untukku dan pernikahan kita. Disaat ku renungi segala hal yang telah kita
lewati, aku tak ingin semuanya berlalu begitu saja. Kesetiaan janjiku untuk
pertahankan cinta dan mimpi kita selalu ku jaga hingga nanti. Karena aku ingin
bersama gundamu, bersama sedihmu, bersama tangismu. Seandainya kamu tahu,
setiap hari ku selalu memikirkanmu, meskipun ku telah coba melelahkan diriku
dengan segala aktifitasku, namun dirimu selalu ada dipikiranku dan akan selalu
ada sampai nanti.
Sebentar
lagi aku akan ke bandung lagi menemuimu, untuk mempertanyakan lagi cintamu, bukan
untuk siapa, bukan untuk mereka tapi untukku, karena aku ingin hidup bersamamu,
bersama kekurangan dan kelebihanmu, bersama sedih dan bahagiamu, bersama sehat
dan sakitmu. Bertahanlah sebentar saja untukku, sampai waktu aku menjemputmu
dengan impian. Aku tidak meminta apa-apa darimu, tolong sisipkan ruang dihatimu
untukku, mungkin tidak banyak, seperti yang ku punya, tapi itu cukup untukku
bertedu di hatimu. Aku datang dengan sebuah harapan, mungkin kau bertanya, buat
apa aku masih mempertahankan rinduku kepadamu. Aku akan menjawabnya, karena aku
percaya bahwa dirimu adalah takdirku yang bukan hanya kebetulan, melainkan
rencana tuhan yang paling indah dalam hidupku. Mungkin kau bertanya lagi, sejak
kapan aku menulis buku ini. Sejak aku berkomitmen untuk hidup bersamamu,
meskipun leukimia itu terus menemanimu. Aku akan selalu menyayangimu sampai
tugasku di dunia ini selesai.
49 days
(Ketika
leukimia bersamamu)
Part 11
TUHAN MENYAYANGIMU LEBIH DARI AKU
Malam
telah berlalu dengan cepat, namun bayanganmu dipikiran selalu terjaga dan
selalu ada. Entah sampai kapan akan menghiasi setiap lamunan dan imajinasiku.
Dalam setiap detik nafas yang ku punya saat ini, selalu berusaha menjadikanmu
topik dalan setiap do’aku kepada sang pencipta. Aku selalu percaya bahwa Tuhan
menyayangimu lebih dari aku. Aku tak bisa berbuat apa-apa saat ini untuk wahai
cinta yang tak pernah pudar. Tapi aku akan selalu berjalan bersamamu, dalam
setiap kesulitan dan rasa sakit yang sungguh menyakitkan. Niat, keinginan dan
harapan kini menjadi satu dalam do’a yang begitu tulus, mengharapkan keindahan
dari setiap ujian yang kita lewati, kamu gak pernah sendiri karena aku tak
pernah meninggalkanmu meskipun aku hanya janji yang belum terwujud.
Ketika
hatimu merasa kesepian, berdoalah kepada Tuhan dan yakinlah Tuhan akan
menyatuhkan kita dalam niat dan tujuan kita. Bertahanlah untuk terus
memperjuangkan harapan ini, karena aku tak bisa sendiri, aku butuh kamu.
Terkadang tidak selamanya yang kita lalui berjalan seperti air, namun didepan
banyak sekali tantangan dan ujian, maka berjalanlah bersamaku, menunutunku dan
menemaniku. Karena ketulusan cinta tak kan pernah memberi sakit.
Wahai
hati yang menantiku, aku datang menjemputmu untuk menjadikanmu tujuan dari
hidupku, pembimbing iman dan penyempurna ibadahku. Mungkin kau berpikir kapan
waktu itu akan tiba, bersabarlah, aku pasti datang bersama cinta kita
kepada-Nya. Aku selalu berusaha dan berdo’a agar semua yang niatkan berjalan
dengan baik. Jangan pernah menyerah dengan apa yang kamu rasakan saat ini.
Karena Tuhan selalu melihatmu dan mengetahui bahwa kau sanggup melewatinya,
kedatanganku dan mengenalmu bukanlah hal yang kebetulanmelainkan Tuhan ingin
melihat seberapa besar dan tulus rasa cintaku kepadamu, sekalipun sakit itu
terus bersamamu, aku akan selalu menyayangimu sampai nanti. Aku akan selalu
membuatmu bahagia hidup bersamaku. Tak banyak yang bisa ku janjikan untuk
hidupmu, tapi satu hal harus kau tahu bahwa Tuhan menyayangimu lebih dari cinta
manusia, dan ketika cinta itu ku serahkan kepada-Nya, maka Tuhan akan
memberikan cinta itu sebagai cinta kita kepada-Nya. Lebih suci dari apapun yang
pernah kau temui sebelumnya. Aku mencitaimu karena-Nya. Hanya itu.
Sunday, 25 September 2016
49 days
(Ketika
leukimia bersamamu)
Part 10
SURAT KECIL UNTUK TUHAN
Waktuku
terus berlalu, telah kujelaskan semua permintaanku kepadamu ya Rabb. Telah
kuceritakan semua inginku kepada-MU, lewat dhuhaku, tahajjudku dan ikhtiharaku.
Tak menginginkan banyak hal untuknya ya Rabb, jagalah dia disaat dia jauh
dariku Ya Rabb. Kuatkan hatinya disaat dia lelah dan menyerah. Tabahkanlah
jiwanya ketika keputusasaan menghampirinya Ya Rabb. Dan jika nanti aku bertemu
dengannya, jadikan dia penyejuk pandanganku, pengingat imanku, mencintainya
karena ridha-Mu. Aku tahu, saat ini aku bukanlah keindahan yang terbaik
untuknya. Tapi aku percaya, pada waktunya nanti engkau akan memberinya sebuah
cinta yang utuh untukku. Harapan dan keinginan bersamanya adalah niat yang
selalu ku panjatkan kepada-Mu ya Rabb. Bagaimanapun keadaannya, aku akan menerima
semua yang terbaik untuknya hari ini, besok dan untuk selamanya. Setiakan hati
ini untuk selalu merindukan dan menyayanginya seperti pertama kali Engkau
menitipkan cinta ini untuk menjaganya.
Ya
Tuhan, ya Rabbku. Ketika hati ini gunda dan penuh kebingungan. Yakinkan hati
ini tentang sebuah janji dan penantian. Bahwasanya dialah hawa yang Engkau
ridhai untukku dan keturunanku. Banyak sekali surat yang ingin ku sampaikan
kepadamu ya Rabb, tapi untuk saat ini, aku hanya meminta untuk sebuah kehidupan
dan kesempatan untuk seseorang yang selalu kurindukan. Berilah dia hidup lebih
lama lagi ya Rabb, dan berilah dia kesempatan untuk bersamaku dalam
kesucian-Mu, Ridha-Mu dan Takdir-Mu. Aku yakin Engkau maha mendengar dan
penyayang.
Ya Rabb,
saat kami bersama. Jagalah kami dalam penjagaanmu. Berilah kebaikan untuknya
setiap waktu. Meskipun aku tak bersamanya Ya Rabb. Satukan hati itu dalam waktu
yang terbaik bagi-Mu. Berilah kami cinta yaitu cinta kepada-Mu, berikan kami
rindu yaitu rindu kepada-Mu. Karena hanya mengingat-Mu itulah cara kami
mempertahankan cinta yang Engkau titipkan untukku dan untuknya.
49 days
(Ketika
leukimia bersamamu)
Part 9
AKU AKAN TETAP MENYAYANGIMU
Hari ini
aku sangat merindukanmu, aku tak peduli apapun yang aku kerjakan, bahkan ku
coba lelahkan diriku dengan berbagai aktifitas, namun aku tetap saja
memikirkanmu. Mungkin kau bertanya kenapa aku seperti ini, karena aku selalu
menyayangimu dengan apa adanya dirimu. Aku tidak meminta apa-apa darimu, tolong
ijinin aku agar selalu berada didalam hatimu. Ijinin aku agar aku selalu bawel
sama kamu. Mungkin itu tidak begitu penting bagimu, mungkin saja suatu saat kau
akan ingat masa-masa ini, saat aku bawel banget sama kamu, saat perhatian aku
tiap menit menggangumu aktifitasmu. Janganlah engkau bosan dengan hal itu.
Karena aku tak tahu bagaimana cara ku redam rinduku kepadamu. Disaat sakit itu
menyerangmu, dan aku tidak bisa menghubungimu lewat media apapun. Hatiku begitu
kacau, panik, dan tak tahu harus berbuat apa. Maafkan aku jika sampai saat ini
aku masih merindukanmu.
Bagaimana
keadaanmu hari ini, aku selalu berharap kau baik-baik saja disana, meskipun ku
tahu bagaimana kondisi sebenarnya tentang dirimu. Namun ku coba jernihkan
pikiranku yang kacau ini, berpikiran positif dan selalu percaya sama Tuhan.
Ketika Tuhan memberikan sakit itu kepadamu, itu artinya Tuhan sayang sama kamu.
Aku ingin disampingmu menjaga tidur malammu dirumah sakit, tapi waktu belum
bisa kurayu untuk mengajakku kesana. Bertahanlah, aku yakin kamu bisa
melewatinya, ingat janjimu kepadaku untuk selalu menemaniku, untuk selalu
bersamaku meskipun dalam keadaan kamu sakit. Tak pernah sedikitpun ada
dipikiranku untuk pergi meninggalkanmu. Bagiku, setia itu menyenangkan, akan
selalu ku jaga cinta dan kepercayaanmu hingga nanti.
Memiliki
pacar leukimia, adalah hal yang sangat aku syukuri. Aku belajar banyak hal
darimu, tentang bagaimana menjaga kesetiaan, tentang bagaimana menjaga
komitmen, dan darimu aku menemukan cinta yang sebenarnya. Aku akan bersamamu
dan juga leukimiamu. Sampai Tuhan akan memberikan keajaiban untuk kita nanti.
Percayalah, segala hal bisa terjadi didunia ini, bahkan hal yang tidak mungkin
sekalipun. Karena Tuhan yang berkehendak. Dan tentang perasaanku saat ini. Aku
masih tetap menyayangimu seperti dulu.
Subscribe to:
Posts (Atom)
