Saturday, 3 September 2016


“Anggap saja hujan ini adalah aku”

Anggap saja hujan ini adalah kenangan
Meski rintik yang sedetik
Tapi mampu mengingatkanmu
Tentang janji yang tak tertulis

Anggap saja hujan ini adalah kerinduan
Meski rintik yang setitik
Tapi mampu mempertemukan
Dua jiwa kesepian yang tersesat

Anggap saja hujan ini adalah aku
Meski sudah tidak lagi deras
Tapi tetap mampu ciptakan rindu
Untuk jiwamu yang terlalu lama jauh
                        Dari setiap cerita yang telah kulalui...

                       -Heri satriawan @50_days



“Merindukanmu dengan sederhana”

Aku ingin merindukanmu dengan sederhana
Seperti setianya pagi menanti sinar mentari
Yang menjadikannya penuh kehangatan

Aku ingin merindukanmu dengan sederhana
Seperti taburan cahaya yang sempat disajikan bintang
Kepada malam yang menjadikannya indah

Aku ingin merindukanmu dengan sederhana
Seperti pelangi yang selalu dirindukan senja
Kala hujan berhenti yang menjadikannya penuh warna

Dan aku hanya ingin merindukanmu dengan sederhana
Seperti tinta yang tak pernah henti digoreskan pena
                       Diatas kertas yang menjadikannya sajak yang sempurna

                      -Heri satriawan @50_days
“Sajak yang sederhana”

Seperti kemarau yang menanti hujan
Kumerindukanmu dari tempat yang jauh
Apakah benar caraku merindukanmu
Ku tetap saja seperti pujangga yang kesepian

Saat rindu mulai menusuk kedada ini
Tak banyak yang bisa kulakukan
Kucoba tasbihkan rinduku
Dalam setiap desahan do’aku pada Sang Pencipta

Bagaimana kabarmu disana
Tunggu aku, dan ku akan datang
Beginilah caraku mengagumimu

Merindukanmu lewat sajak yang sederhana

-Heri satriawan @50_days

“ Merindumu  lewat  do’a ”

Kemana akan kusampaikan rinduku
Kepadamu yang entah dimana
Kepadamu yang entah siapa
Hanya bisa meyakini bahwa engkau ada

Mungkin ku pernah melihatmu
Tapi ku tak mengenalmu
Mungkin ku pernah mendengarmu
Tapi ku tak mengenalmu
Yang aku tahu, engkau
Seseorang yang selalu menungguku
Mendoakanku secara diam-diam
Dalam setiap sujudmu kepada Sang Pencipta

Aku percaya Tuhan menanti waktu
Menyatukan kita dalam fitrahNya
Menuntunku hingga ke tempat ini

Disini, engkau ada dan masih bersembunyi

-Heri satriawan @50_days

50 days (Mengagumimu lewat tulisan)


“Mengagumimu Lewat Al-Fatihah”

Untukmu yang jauh disana
Kucoba sampaikan rinduku
Lewat barisan Al-fatihah yang kulantunkan
Mungkinkah kau mendengarnya

Aku bagai puisi yang kesepian
Ketika semua bait yang ku coba rangkaikan
Tapi tak bermakna lagi ketika yang kurindu
tak pernah memiliki arti bahasa hati

Bibir ini kadang iri kepada hati
Kau yang hanya bisa ku kagumi
Namun tak pernah bisa ku ucapkan
Hanya bisa memandangmu,
Tapi tak pernah bisa kumiliki

-Heri satriawan @50_days