Wednesday, 7 September 2016

“Sajak pagi yang sederhana”

Cinta adalah kata yang indah untuk kututurkan
Telah lama ku uraikan kata-kata tentang cinta
Kini saat cinta menghampiriku
Aku takut terbawa olehnya

Bahkan embun pagi
Setia menunggu mentari muncul
Menanti keindahan pagi
Yang kunikmati sendiri tanpamu

Kucoba mengenalmu
Lewat sajak pagi yang sederhana
Lewat rinduku yang tak berwujud
Lewat suara yang selalu ku dengar
Dan lewat mimpi yang ingin ku dekap

-Heri satriawan @50_days
“Seperti kemarau merindukan hujan”

Ku terus melangkahkan kaki ini
Mengejar cahaya yang dirindukan
Cahaya yang sampai sekarang
Masih redup tak bersinar

T’lah banyak kutuliskan
Sajak-sajak senja yang menemaniku
Yang ku goreskan lewat pena
Yang berjalan dikertas kosong yang merintih

Rasa yang kian dalam
Masih saja tersimpan indah
Dalam kalbu yang suci
Seperti kemarau merindukan hujan

Seperti itulah hatiku saat ini...

-Heri satriawan @50_days
“Lewat Hujan di Bulan Juni”

Surakarta....
Kota asing yang penuh tanya
Ku bertanya tentang rindu seorang adam
Tapi disini tak kutemukan jawaban

Rinduku pada hawa yang tersembunyi
Tak ku temukan jiwa yang menyambutku
Semuanya asing, lenyapkan hati yang merindu
Sosok misterius hanya ciptakan angan
Tanya yang tak terdefinisi oleh hati yang bingung

Lewat hujan di bulan juni
Kusampaikan rintikannya untuk sebuah rindu
Meskipun hanya ada aku disini,
Tanpa seorangpun mengerti
Cerita tentang hujan di bulan juni

                        -Heri satriawan @50_days

Tuesday, 6 September 2016

Senja di kota ini

Langit begitu indah sore ini
Memanjakan mata ini memandangnya
Menenangkan hatiku yang lelah
Indah, seperti magic hour yang kunikmati saat ini

Senja yang tak terlupakan
Tetap menghiasi ceritaku dikota ini
Kota yang selalu memberi tanya
Kota yang memberiku sebuah impian

Senja itu tetap seperti itu
Setia menemaniku menulis
Tak pernah lelah menyelimuti imajinasiku

Untuk sebuah harapan dan mimpiku dikota ini

-Heri satriawan #Surakarta
Assalamualaikum Hawa Yang Tersembunyi

Telah cukup lama ku hadirkanmu dalam benakku
Telah banyak sajak yang ku goreskan
Untuk membahasakan hadirmu dalam hatiku
Entah kapan dan dimana
Rabb ku mempertemukan kita dalam kesucian-Nya
Dalam satu keputusan yang bijak

Assalamualaikum
Wahai hawa yang tersembunyi
Kusapa jiwamu lewat barisan do’aku dalam istikhara ini
Kuselipkan harapanku untukmu
Sebagai pilihan terbaik Rabb ku

Wahai hawa yang tersembunyi
Bersabarlah menanti waktu itu
Waktu yang akan menjadikanmu
Penyempurna iman dan agamaku
Bertasbihlah kepada-Nya
Karena kuasa-Nya yang mengindahkan pertemuan itu

-Heri satriawan @Assalamualaikum hawa yang tersembunyi